Stop Body Shaming; Cintai Tubuh Sendiri tanpa Menjatuhkan Orang Lain
Coba hitung sudah
berapa lama kalian hidup? Lebih dari 17 tahun? Menjelang 30 tahun? Lewat 40 tahun? Berapapun usia kalian, pasti
setidaknya kalian pernah mendengar kalimat dari orang lain seperti..
"Eh makin gendutan ya?"
"Wah makin bahagia nih pasti, tuh dari pipi ama
perutnya keliatan"
"Jangan gendut-gendut ih, ntar ga ada yang mau
lho"
Atau juga..
"Kok kurus banget? Kek ga pernah makan gitu"
"Kalo terlalu kurus juga keliatannya jelek
loh"
"Badannya agak digemukin gih, biar keliatan
bagus"
Pernah? Hm, atau justru kalian
sendiri yang melontarkan kalimat-kalimat macam ini pada orang lain? Kenapa? Coba kasih tau
alasannya? Hah? Bercanda? Basa-basi? Waduh!
Apapun alasannya,
kalimat kalian itu adalah termasuk BODY SHAMING dan masuk dalam
kategori BULLYING. Sadar ga sih?
"Ya ampun bercanda doang kali, gitu aja
baper."
Ga ada bercandaan
yang lebih cerdas dan elegan? Murah banget. Garing pula.
"Alah, lagian orang yang dibilang gitu ngerti kok
konsepnya bercanda, dan dia juga ketawa tuh"
Iya, dia ketawa.
Dalem hatinya siapa yang tau? Oke, anggap aja emang dia menangkap itu sebagai
candaanmu (yang tentu saja sangat murah dan goblok), lalu kemudian kamu
terbiasa dengan candaan macam itu;
"Dah lah, setiap ngejokes kek gitu pasti orang
selalu ketawa kok"
Akhirnya jadi
kebiasaan deh. Kamu
terbiasa melakukan body shaming dengan alasan BERCANDA. GA LUCU!
"Ga bermaksud membully, cuma mau mengingatkan aja
sama orangnya. Kalo kegendutan itu ga sehat"
Mengingatkan
tanpa menggunakan nada dan kalimat-kalimat yang menjatuhkan mental emang ga
bisa ya? Kamu goblok kalo gitu. Maaf sekadar mengingatkan.
"Ahelah lemah amat sih baru dibilang gitu doang
masa langsung down"
Okee, jadi kamu
merasa kuat? Hebat! Tapi perlu diingat, ya. Ketahanan setiap orang
berbeda-beda, entah itu fisik maupun mental. Jadi ga seharusnya dipukul rata.
Kalo kamu emang ga keberatan dengan candaan "bertema" body shaming
yang orang lontarkan ke kamu, bukan berarti kamu juga bisa bebas melontarkan
candaan dengan "tema" yang sama ke orang lain.
Buat kamu yang
justru menjadi objek body shaming dan sering dibully karena bentuk tubuh entah
itu karena terlalu kurus atau terlalu gemuk, jangan dibalas dengan body shaming
juga! Karena itu artinya kamu ga ada bedanya dengan mereka.
Contohnya nih;
"Si itu ngatain aku gendut mulu, kek bodynya udah paling bagus aja.
Body kok kurusnya ga ketulungan. Rata kek triplek, tepos, mana ada cowo yang
mau sama cewe kek begitu. Mendingan aku lah! Semok yekaaannn~"
Yah, sama aja
gitu mah. Kamu juga pelaku body shaming, plus narsistik karena merasa lebih
baik dari orang lain.
"Terus gimana dong? Ada yang bully masa diem
aja?"
Ya jangan diem
aja dong!
"Tapi katanya ga boleh dibales, gimana sih."
Ya kamu ga perlu
bales, tapi kamu juga ga boleh diem aja. Yang harus kamu lakukan adalah..
"Ubah bentuk tubuh jadi lebih bagus biar orang
yang ngejek terkesan??"
SALAH!!!
Yang harus kamu
lakukan adalah CINTAI DIRIMU DAN JADI DIRIMU SENDIRI. Kedengaran klise ya?
Hm, gini deh..
Kenapa sih kita keknya terbiasa banget melakukan hal-hal yang gak kita suka
cuma karena orang lain ngomong ini itu ke kita, akhirnya kita lakuin. PADAHAL
YA KITA GA SUKA. Seolah hidup kita hanya untuk
membuat orang lain terkesan. Lagian kalo kita udah ikutin
kata-kata mereka, apa yang terjadi? Kita menderita, mereka b ajah.
"Tapi banyak kok, di luar sana orang-orang yang
jadi korban body shaming yang pada akhirnya emang mereka berusaha membentuk
tubuh jadi bagus dan dianggap sukses setelah mereka terlihat lebih ideal, lebih
cantik, lebih ganteng. Berarti body shaming bisa memotivasi dong"
Ealah motivasi
ndasmu.
Kalo mau
memotivasi itu harusnya niat dong, jangan dengan cara membully. Ya syukur kalo
yang dibully jadi termotivasi. Kalo dia depresi, tertekan terus bundir gimana?
Inget, ketahanan mental setiap orang berbeda-beda. Mikir sampe kesana ga sih?
Jadi stop, please. Stop membully dengan alasan untuk memotivasi. NONSENSE!
Masih banyak yang
ga ngerti cara mencintai diri dan menjadi diri sendiri, dengan bentuk tubuh
yang sudah Tuhan berikan. Now listen, all of you, baik cewe
ataupun cowo.
ALL BODIES ARE
BEAUTIFUL.
"Tapi kan kalo kegendutan ga sehat!"
Yes, kalo emang
itu masalahnya, yuk kita ubah mindset kita;
Kamu mau olahraga
dan menjaga pola makan agar lebih sehat karena kamu mencintai tubuhmu, bukan
karena kamu membenci bentuknya. Ingat itu!
Buat yang merasa
terlalu kurus juga sama! Kamu mau olahraga dan merubah pola makan untuk
menaikkan berat badan karena kamu ingin lebih sehat, karena kamu cinta dirimu,
bukan karena kamu benci bentuk tubuhmu.
Eh, eh.. Ada
masalah lagi nih..
"Udah jaga pola makan, udah olahraga, tapi tetep
aja bentuk tubuh ga berubah. Gimana dong?"
I KNOW THAT FEEL.
Selama hampir 19
tahun hidupku, aku kuruuuusss banget. Bahkan pernah hampir frustasi karena
ngerasa "astaga.. Kok aku rata banget sih....” Udah berusaha makan banyak
bahkan minum suplemen dan antek-anteknya, ujung-ujungnya tetep aja.. Flat.
Sampe suatu hari
aku ngerasa lelah. Lelah mendengar body shaming dari orang-orang. Lelah
melakukan body shaming pada diri sendiri. Aku sadar aku kurang mencintai
diriku. Finally I realize, God created me in my body for a reason. And the same goes to you!
Ketika kamu udah
berusaha jaga pola makan, menjalani hidup sehat, olahraga dan sebagainya tapi
bentuk tubuhmu ga berubah, it's okay because yang menjadi niatmu adalah
mencintai dirimu dan tubuhmu, kamu ingin sehat.
You do it because
you love your body, not because you hate it, sweetheart!
Orang yang masih
punya waktu buat melakukan body shaming terhadapmu apalagi dengan alasan
bercanda, anggap aja dia itu manusia gabut yang saking gabutnya sampe harus
ngelakuin hal ga berguna dalam hidupnya.
Yuk, stop body
shaming terhadap orang lain maupun diri sendiri!
Love,
Handdwi.❤❤


Komentar
Posting Komentar