Review Album: Under The Radar 2 dari Robbie Williams

         Yak kembali lagi aku akan me-review album favorit dari musisi favoritku yang juga personil Take That (jangan sebut “mantan personil” karena RW akan selalu jadi bagian dari Take That :3) seperti biasa review dariku pasti lebih banyak membahas materi lagu dan interpretasinya dibandingkan bahas musik atau susunan nadanya (karena jujur saja ya gais aku gatau apa-apa soal aransemen hwhwhw).

Under The Radar adalah album kompilasi RW. Lagu-lagu di album ini adalah lagu-lagu yang dulu pernah dia tulis dan rekam tapi ga pernah dirilis, jadi dalam satu album tahun penulisan dan perekaman setiap lagu ada yang beda jauh banget. Album UTR sampai saat ini sudah dirilis sampe volume 3, tapi kali ini aku bakal bahas yang volume 2 karena album ini rilis tepat saat aku baru setahun jadi Friendlies, saat itu lagi gila-gilanya sama segala hal tentang RW dan ini pun jadi album favoritku.

                (ya benar covernya memang seperti ini)

Album ini rilis di tahun 2017 dan berisi 14 lagu tulisan RW dan 1 lagu cover. Waktu recordingnya dari tahun 2004 sampai 2017 dan tentunya melibatkan lebih dari satu penulis lagu termasuk daddy kesayangan kita, Gary Barlow. Secara keseluruhan genrenya lebih banyak pop-rock dan electro. Ada akustiknya dan jazz-nya juga dikit. Baiklah langsung saja kita bongkar isinya~

 

1.      "Satellites"

Lagu pembukanya adalah lagu cinta. Sejak memulai solo karir, bisa dibilang RW jarang rilis lagu cinta-cintaan. Ada sih beberapa, tapi kebanyakan sad dan tentang patah hati (hilih fakboi padahal). Lagu-lagu cinta yang bahagia mulai sering dia tulis sejak dia kenal Ayda Field di tahun 2005. Kalo ditilik kembali di album UTR 1 juga sebagian besar isinya lagu tentang Ayda.

Lagu ini dimulai dengan lirik yang berisi cerita RW tentang Ayda, “She’s glamorous and ridiculous” lalu line selanjutnya adalah tentang RW yang jatuh cinta dan merasa bahwa Ayda adalah sosok yang dikirmkan semesta untuknya, menjadi harapan dalam hidupnya. Bagian favoritku:

“When death's in my eyes, she is every single city light, seeking sleeping satellites of hope”

Ayda kenal RW ketika RW lagi kacau-kacaunya. Alkohol, narkoba, termasuk kelakuannya yang bikin dia banyak dibenci oleh orang-orang saat itu (terutama fans Gary Barlow wkwkwskw). Tapi itu semua ga bikin Ayda pergi. Meski hubungan mereka sering putus nyambung juga.

 

2.      "9 to 5"

Ini adalah lagu dari Dolly Parton yang rilis sekitar tahun 1980-an(?) untuk soundtrack sebuah serial komedi yang juga diperankan olehnya. RW nge-cover lagu ini karena dia sangat mengagumi Parton yang legend.

9 to 5 bercerita tentang kehidupan orang-orang yang bekerja dari jam 9 sampai jam 5, dan dari awal sampe akhir lagu emang beneran relatable sih. Bahkan saat aku nyari beberapa artikel yang membahas lagu ini, memang lagu ini sempat jadi semacam anthem bagi para kelas pekerja di Amerika saat itu. Kalo liat kolom komentar di official musik video Dolly Parton yang ada di youtube, beberapa orang bikin lelucon bahwa lagu ini adalah versi lain dari Das Kapital-nya Karl Marx AWKAOWKWOWK. Wohiya sebagai seorang leftist tentu saya sangat menyukai lagu ini, kamerad. Tapi aku yakin RW pasti bukan seorang leftist karena dia sangat borjuis xD (uwu maap sugar daddyku).

 Liriknya dari awal sampe akhir emang udah pas banget, tapi yang paling kusuka:

“It's a rich man's game no matter what they call it

And you spend your life puttin' money in their wallet”

Ohiya, di versi RW ini dia menambahkan di bagian intronya: “She’s a working girl in a modern world” yang mana pada musik video (berupa animasi) menampilkan seorang perempuan yang menjalani harinya dengan kerja dari pagi sampe sore.

 

3.      "Ms Pepper"

Another love song about Ayda~ Dimulai dengan deskripsi tentang Ayda yang diungkapkan secara jujur. Aku selalu suka cara RW dalam menceritakan sosok Ayda. Di lagu ini dia menyebut Ayda dengan “crazy angel” yang menjadi penyelamatnya. Kata angel sendiri bukan sesuatu yang asing lagi sepanjang solo karir RW. Tentu, salah satunya single “Angel” yang jadi lagu paling hits miliknya yang rilis di masa-masa awal solo karirnya, meski lagu ini kabarnya adalah tentang aunty kesayangannya RW, sih.

Ngomongin judulnya justru sebenernya sama sekali ga ada kata ms pepper yang terucap dari awal sampe akhir lagu. RW bilang awalnya lagu ini judulnya “Pepper” aja, tapi pada akhirnya dia tambahin “Ms” anyway dia ga menjelaskan lebih lanjut, tapi menurut interpretasiku, Ms Pepper ya jelas maksudnya Ayda. Pepper kan artinya merica, merica itu pedes tapi sering jadi pelengkap di makanan apalagi rangorang British ye. Lumayan make sense kalo dihubungkan dengan sosok seorang Ayda Field, spicy~

 

4.      "Bambi"

Lagu ini sangat cocok dijadikan teman di perjalanan karena catchy dan ga bikin ngantuk. Noughties pop banget lah pokoknya.

Berdasarkan penjelasan RW, lagu ini menceritakan tentang suatu hari di tahun 1994 ketika dia lagi ada dalam Everything Changes Tour bersama Take That. Saat itu mereka lagi nunggu kereta di stasiun dan kelelahan.

“It was like the nineties, we were so wasted at the train station, waiting for truth

We're so naughty, high and mighty. We don't need a weekend and we don't need you”

Sejujurnya aku juga ga yakin, sih kata you disini merujuk ke siapa. Mungkin wartawan atau paparazzi(?).

           

5.      "Eyes on the Highway"

Salah satu lagu di album ini yang selalu bikin aku pengen nangis tapi ga yakin nangis kenapa *lah. Vibenya menenangkan, seperti ajakan supaya ga menyerah tapi tetep ikhlas menjalani apapun yang terjadi (kayak ada pesan “amorfati” di dalamnya wkwk).

Interpretasiku, isi lagu ini sebenarnya ditujukan RW untuk dirinya sendiri. Ini bukan lagu tentang orang lain, tapi tentang Robbie Williams.

Di bagian reff yang bikin aku cukup yakin kalo ini tentang dia: “you’ve been heading down the road now in front of seven billions souls now”. Karena selama puluhan tahun RW udah banyak banget menjalani tur keliling dunia dan tampil di hadapan banyak orang. Lalu dilanjut lagi dengan: “I know something doesn’t feel right when you’re blinded by the headlights”. Yha tentu saja selama karirnya terutama saat solo, dia banyak kena masalah, tapi bukan murni karena dirinya sendiri, sih. Hari-harinya di Take That yang memaksa dia (dan yang lainnya) untuk bersikap sebagaimana harusnya ketika di depan kamera. Hal itu tentu bikin dia ga bisa jadi dirinya sendiri.

Persis seperti judulnya, line yang menjadi poin utama lagu ini, “Just keep your eyes on the highway” bagaikan pesan dari RW untuk dirinya sendiri. Bahwa apapun yang terjadi, tetaplah tegar, jaga pandangan supaya tetap fokus ke depan.

 

6.      "Speaking Tongues"

Rasanya agak kebanting setelah dengerin lagu Eyes on The Highway yang slow kemudian dilanjut dengan lagu ini yang sangat catchy. Speaking Tounges bisa diartikan “bicara tapi entah apa yang dibicarakan” yaa kayak ketika kita ngomong sama orang yang lagi high atau mabok. Di sepanjang lagu menceritakan tentang beberapa kejadian yang dialami RW serta beberapa orang yang ditemuinya, yang mana orang-orang itu selalu speaking tounges. Tapi interpretasiku makin lama malah jadi jauh banget.

Lagu dibuka dengan line “I’ll tel you all a story about a man who isn’t here” hm, kira-kira siapa, ya? Apakah Gary? “who had a pocket full of chemicals, some cigarettes and beer” tapi ga deh, Gary kan anak baik :3

            Lalu dilanjut dengan RW yang ketemu sama beberapa cowo dan kemudian membentuk “gaang” dengan cowo-cowo itu. Di sini aku curiga apa yang dia maksud itu Take That? Kalo gitu …apakah pria yang disebut di awal tadi adalah NMS? O_O

ANYWAY interpretasi di atas sepertinya terlalu jauh dan aku ga ya yakin juga sih :v

Tapi bagian reff-nya emang bikin aku ketrigger dan meyakini bahwa lagu ini tentang Take That.

“Everybody say ‘Take that! Take that!’ and I’m about to do exactly that, ah~

And I’m a cheeky fucker at the back, ah~

Before a disco-biscuit-disco-nap”

Well sepertinya lagu ini juga tentang RW (atau bisa jadi semua personil Take That) ketika lagi nakal-nakalnya selama world tour dulu dan sering nge-high bareng hwhwhw. Atauuu.. bisa jadi juga menceritakan kenakalannya pada saat solo karir. Not sure tho.

 

7.      "Go Mental" (feat. Big Narstie & Atlantic Horns)

Ga ada makna tersembunyi yang bisa dikupas di lagu ini. Ini lagu tentang summer party, that’s all. Yang bikin asik emang kolaborasinya, sih ya. Apalagi permainan terompet dari Atlantic Horns.

 

8.      "Run It Wild"

Dari liriknya, lagu ini cocok dijadikan sebagai soundtrack saat kalian mau kabur dari rumah. Catchy tapi ada vibe sedihnya apalagi di bagian reff:

“I’m losing hope in my heart that the end is better than the start. We get hung up on the past, nothing lasts.

You’ll get lost, you’ll get caught, they’ll tell you everything’s your fault. But you only a child for a while and you got style. Go out and run it wild”

Menurut interpretasiku, lagu ini ditujukan untuk anak-anak muda jaman sekarang (maybe gen Z) yang lebih free dan punya kesempatan untuk menentukan jalan hidup mereka sendiri tanpa diatur-atur orang tua.

 

9.      "Numb"

Ini …slow-rock(?). This is such a sad song actually. Btw ini bukan cover dari lagunya Linkin Park ya wkwk. RW menjelaskan bahwa lagu ini dia tulis ketika dia lagi berada di titik terendah dalam hidupnya dan merasa ga ada harapan, ga bisa ngapa-ngapain lagi. Terasa banget di line “I’ve been ticking like a time bomb, I bite my tounge so much it’s all gone. My hands are tied and I become so numb”

Tapi ada hal lain di lagu ini yang aku artikan berbeda. Entah kenapa aku merasa lagu ini seperti membahas sesuatu yang lebih kompleks, dan yang terlintas di pikiranku adalah tentang climate change dan global warming xD

Dikarenakan line ini: “Sending message to the corners of the universe, a mayday from mother earth, this situation so much worse than I thought.”

Kemudian di bagian berikutnya: “The plan they have for man ain’t no good. I tried to warn you all.”

Oh no, apakah ini juga tentang alien? :O

Yah, sayang sekali tidak banyak orang-orang dalam fandom RW yang suka membahas konspirasi di lagu-lagunya (kecuali lagu-lagu yang berhubungan dengan Gary), jadi aku hanya bisa menerka-nerka sendirian hahaha.

 

10.  "Andy Warhol"

Lagu ini mengandung unsur pop-funk(?) ala-ala tahun 80-an. Musik videonya rame dengan dancer yang mengelilingi RW. Cocok buat party tapi bagiku lagu ini gak terlalu “masuk” ke aku hehe.

 

11.  "My F*** You to You"

Akustiknya totaaaalll~ Ketika pertama kali denger lagu ini, aku langsung bisa merasakan nuansa kesedihan, kekecewaan, sakit hati, dan amarah. Tulisan-tulisan RW memang selalu frontal dan penuh kejujuran, terutama lagu yang ditujukan untuk seseorang yang kurang dia suka atau lagu-lagu tentang amarah gitu. Tapi yang ini agak beda karena musiknya lempeng banget dari awal sampe akhir, kesannya berusaha kalem walaupun pengen nonjok.

Coba deh bandingin sama lagu yang dulu kayak No Regrets atau Karma Killer, lagu ini punya feel yang sama tapi dibawakan dengan berbeda. Dan aku bisa ngerasain feelnya hanya dengan mengamati cara RW menyanyikan lagu ini. Suaranya, apalagi liat ekspresi mukanya di video klip officialnya.

Soal untuk siapa lagu ini ditujukan, ga ada yang tahu kecuali penulisnya, tapi berdasarkan interpretasiku dari liriknya, ada dua kemungkinan: yang pertama itu NMS dan yang kedua untuk drugs, maksudnya mengutarakan penyesalan karena dia pernah jadi pecandu gitu, tapi kecil kemungkinannya sih. Soalnya kan walaupun udah berhenti ngedrugs, RW ga bener-bener benci dan anti yekan malahan dia sering ngelucu “I miss drugs” wkwk.

“By the time you were into my blood, I was all of seventeen.

You were the light of my life and the darkness in between.

My heart is bleeding for you, this is my fuck you to you”

 

12.  "Weakness"

Hyaaa pop-ballad niiihh tapi ada rasa country-nya juga :”” Dua hal yang bikin lagu ini spesial: ini lagu cinta untuk Ayda; ditulis bareng Gary. Yeah probably Gary ketika nulis juga sambil inget istrinya di rumah heuheu. Tapi liriknya lebih relate ke RW apalagi di line “Went around the world in eighty lovers, don’t think really anyone recovered” yang bisa dimaknai sebagai kisah cinta RW dengan banyak cewe tapi ga ada satupun yang berhasil (because he never fell in love with someone who could handle his fire) sampe akhirnya dia ketemu Ayda dan seketika Ayda menjadi “kelemahannya”.

“I wanted the universe then they sent you” menurutku adalah line paling manis di lagu ini. Sama seperti di bagian akhir lagu Satellites: “You were sent to me”

 

13.  "Booty Call”

Booty call adalah istilah yang berarti ajakan (entah lewat telefon atau pesan) untuk ketemuan dan menghabiskan malam bersama (sexually) and that’s all what this song’s about. Aku sedikit menerka mungkin lagu ini menceritakan saat RW dan Ayda baru-baru kenal dulu, atau mungkin hanya sekadar RW yang menceritakan kegenitannya di masa lalu sama semua cewe-cewe hahaha. Tapi walaupun liriknya cheeky, lagu ini terasa manis karena dibawakan dengan style Sinatra alias swing dan RW selalu bisa mempresentasikannya dengan sangat baik!

 

14.  "On the Fence" (Swings Both Ways)

Tolong, lagu ini sangat menyedihkan karena maknanya tentang friend zone hiks (teringat kisah cinta diri sendiri yang terjebak frenjon bertaun-taun).

“Did we enter the friend zone and oh, is there any way back?

I don’t know what went wrong ‘cause I don’t have a clue.

Like a knife and a fork and a big bowl of soup.

And I sat on the fence and now all I can think of is you”

Ditambah lagi lagu ini swing. Makin berasa aja sendunya.

 

15.  "International Entertainment"

Pop-rock-electro. Lagu ini dibuka dengan line “Out of the silence, here to save us, international entertainment” yang menurutku mengambil background di awal tahun 90-an ketika NKOTB baru bubar dan dunia seolah sepi banget karena ga ada boiben hingga akhirnya Take That dibentuk. Over all lagu ini ga secara spesifik mengarah ke Take That aja, lebih tepatnya seluruh perjalanan karir RW sampe sekarang.

Lalu dilanjut dengan line yang sama dengan lagu Marry Me di album The Heavy Entertainment Show (2016): “Silence in the courtyard, silence in the street. The biggest mouth in England is just about to speak.” Bahkan RW juga mengakui ke-angkuhannya kok xD

Eheh, artis internasional bebas mau sombong kek gimana juga hwhwhw~ Sebenernya isinya juga ga menyombongkan diri, malah lebih tepatnya kayak curhatnya RW tentang usahanya buat tetep bertahan (entah itu soal karir atau soal gaya hidupnya).

“Drinking, fighting, smoking, laughing, hoping, rushing, speeding. I am alive, I survive”

 

Ight, that is all, folks. Tulisan Robbie Williams susah-susah-gampang ngartiinnya menurutku, karena dia jarang memberikan clue lebih lanjut(?) tapi beberapa sedikit lebih mudah dimengerti walaupun seringkali maknanya ambigu dan bikin salah paham sih wkwk. Ah tapi sejauh ini aku lebih mudah memahami tulisan Mark Owen :’v

Anyway sekian review kali ini. Semoga kalian yang belum mendengar albumnya jadi tertarik untuk mendengarkan!

Komentar