“Since I Saw You Last” by Gary Barlow: Merayakan Kesuksesan dan Dukacita Mendalam
Haloooo, para
pembacaku yang setia dan hanya beberapa orang (yang tak jarang juga kupaksa
untuk membaca tulisanku hwhwhw). Kali ini aku akan kembali mereview satu album
favorit dari musisi favorit juga yaitu Gary Barlow a.k.a leader dari Take That,
British pop-band yang legendaris. Alasan ini menjadi menjadi album favoritku
adalah karena musik dan materinya sangat fresh apalagi karena ini adalah album
solo terbaru Gary setelah belasan tahun lamanya.
Rilis di tanggal 22 November 2013 dan memuncaki peringkat ke
#2 dalam chart, album ini menandai kembalinya Gary Barlow ke dunia solo karir.
Sesuai dengan judulnya, Since I Saw You Last, yang menggambarkan
tentang betapa lamanya doi udah gak manggung sebagai musisi solo terlepas dari
Take That yang baru aja selesai reuni gede-gedean.
Oke langsung aja kita kupas!
1. Requiem
Lagu pembuka dalam
album ini justru mengambil cerita tentang kematian. Requiem yang secara harfiah
berarti misa untuk orang meninggal, liriknya dari awal sampai akhir
menceritakan tentang kegiatan tersebut melalui sudut pandang si mayat. Meski
lagu ini bercerita tentang salah satu bagian dari pemakaman, tapi musiknya
sangat penuh kebahagiaan karena liriknya sendiri juga sangat wholesome. Ditulis
bersama Robbie Williams, aku gak yakin kenapa mereka nulis lagu yang seperti
ini. Mungkin membayangkan ketika diri mereka nanti ada dalam situasi itu dan
mereka merasa sudah berhasil menghidupi kehidupan mereka dengan baik sehingga
ketika mereka pergi, tidak ada kesedihan bagi mereka.
“Oh my friends I hear
you sing
The lord’s my
shepherd, really what a song to sing
Why bring me flowers
when you know that I can’t smell a thing?
For the folks I leave
behind, I’m in heaven well imagine my surprise
I’m really flattered
that you came here to remember
And look I made the
news again in Requiem with all my friends”
Sejujurnya aku sempat
mengira bahwa lagu ini ditulis berhubungan dengan kematian putri bungsu Gary
saat itu, tapi setelah menelisik lebih dalam soal background lagunya yang
ternyata adalah project di tahun 2011 bersama Robbie (yang pada akhirnya
batal), aku menyimpulkan bahwa lagu ini memang murni tentang pemikiran Gary dan
Robbie mengenai kematian, atau lebih spesifiknya, proses requiem-nya.
2. Let
Me Go
Tahun-tahun saat Gary menulis album ini
bisa dibilang adalah tahun penuh sukacita sekaligus duka yang mendalam. Ketika
Take That baru saja selesai reuni, Gary harus berduka karena putri bungsunya
lahir dalam keadaan meninggal. Dan lagu ini, diambil dari sudut pandang Poppy
(RIP).
Satu hal yang sangat mengejutkan aku
ketika pertama kali denger lagu ini, adalah musiknya yang sangat joyful dengan
sentuhan country sedangkan liriknya? Penuh keputusasaan. Dalam satu dokumenter
Gary menjelaskan bahwa dia berusaha keras membuat lagu ini jangan sampai
terdengar sedih karena dia gak mau punya album yang membawa vibe kesedihan. Dia
mau album ini menjadi perayaan atas kesuksesannya yang kini kembali. Akhirnya
sudah pasti Gary bisa melakukannya. Meskipun lagu ini memiliki lirik yang bakal
bikin nangis kalo dibaca tanpa musik, tapi saat lagu ini diputar, semua orang
ikut menari dan bersuka cita, persis seperti yang diharapkan Gary. 💕🌻
“Fly high and let me go, that sky will
save your soul
When you pass by then you’ll know that
this gonna take a bit of getting used to
But I know what’s right for you, let me
go”
3. Jump
Lagu ini wajib masuk dalam playlist
motivasi kalian. Ditulis bersama Tim Rice-Oxley yang merupakan vokalis dari
band Keane, lagu ini jadi dalam waktu yang cukup singkat dan terkesan dadakan,
tapi pesannya nyampe banget.
Tentang mencoba sesuatu yang baru dalam
hidup serta mengambil kesempatan yang ada meskipun dilanda rasa takut akan
jatuh dan gagal. Dibawakan dalam tempo yang slow, membuat lagu ini terasa
semakin deep.
Gary menjelaskan bahwa Jump adalah
poin utama dari album ini. Mungkin semua orang berpikir bahwa poin dan pesan
utama yang coba disampaikan Gary ada di lagu Since I Saw You Last karena
lagu itu dijadikan tajuk albumnya, tapi, no. Pesan yang ingin disampaikan justru
tergambarkan secara sempurna di lagu ini.
“If the thought is terrifying, the risk
is really frightening and your only fear is falling
You should leap without a warning and
jump, fly
Let your feet leave the ground, step
into the sky and jump, high
If you want a better view, then another
life is calling you to go ahead and try now
Or how you gonna find out?
If life has got predictable
Go on do something wonderful, the first
step is the hardest
You'll be safe without a harness so
jump”
4. Face
to Face (with Elton John)
Lagu ini ditulis Gary sebagai ucapan
terima kasihnya untuk Elton karena dia adalah salah satu orang yang tetap setia
mendukung Gary bahkan di masa-masa jatuhnya karir Gary di masa lalu. 😇
Dengan genre pop-rock, lagu ini sangat
cocok sebagai bestfriends-anthem dan wajib masuk ke playlist ceria kalian!
“You, you are the world to me, a heart
as wide as the ocean
You aim to climb every mountain and the
unknown you understand it
When we’re face to face, oh I
When the music plays, oh I
Standing side by side, put the past
behind us
No one can take your place when we’re
face to face”
5. God
Ya, sesuai judulnya, lagu ini membawa
vibe religi. Meski dari luar Gary mungkin gak terlalu religius dan jarang
mengangkat konsep Ketuhanan dalam lagu-lagunya secara gamblang, tapi dia gak
pernah lupa berdoa terutama setiap kali harus naik pesawat karena dia mengaku
sangat takut terbang.
Lagu ini sendiri bukan bercerita
tentang kekaguman atau ketaatan Gary terhadap sosok Tuhan karena dia sendiri
mengakui bahwa dia masih percaya-gak percaya akan keberadaan Tuhan atau lebih
spesifiknya tentang konsep agama, malaikat, surga dan neraka. Tapi kemudian
Gary menjelaskan lagi bahwa semakin tua dirinya dan banyak hal yang dilalui,
kehilangan orang-orang tercinta, semua itu mulai membuat dia berpikir lebih
soal hal-hal yang menyangkut Ketuhanan.
Lagu ini berisikan
pertanyaan-pertanyaan seperti:
“If you found God and he gave you hope,
Would you tell the world or save your
soul?
If you found God, would you take Him
home?
Would you open the curtains or keep
them closed?
If you found God, would it be your
secret?”
6. Small
Town Girls
Lagu ini cukup wholesome dengan
sentuhan pop-country yang manis. Menceritakan tentang kehidupan gadis-gadis
desa yang menjalani kehidupan dengan bahagia meski mereka gak pernah tau apa
yang mereka lewatkan di dunia luar yang sangat luas di sana.
Jujur pas pertama dengerin lagu ini aku
ngerasa terharu karena sebagai gadis yang lahir dan besar di desa, aku tau lagu
ini sangat relate dengan gadis desa kebanyakan yang menjalani hidup dengan
bersahaja tanpa banyak ambisi (yang mana itu sangat jauh berbeda denganku
wkwkwk).
Gary udah sering pergi ke banyak tempat
seumur hidupnya termasuk saat pengerjaan album ini, dan mungkin di salah satu
perhentiannya, dia terinspirasi untuk menulis lagu ini.
“Small town girls live life sweetly
They don’t waste time dreaming of opportunity
Small town girls learn quickly
They live for who they are not who they
wanna be
Upon the greenest grass they laugh and
grow
The man who makes the boundaries no one
knows”
7. 6th Avenue
AKHIRNYAAA kita sampai pada lagu
favoritku yang membuatku earworm sampe-sampe terinspirasi untuk menulis novel
xD
Walaupun ini bisa dibilang jenis lagu
pop yang cukup mainstream, tapi aku sangat jatuh cinta dengan liriknya yang
dramatis.
Interpretasiku soal lagu ini ada dua:
yang pertama adalah lagu ini untuk fans di mana Gary memposisikan dirinya
sebagai orang yang rela jauh-jauh terbang demi menemui fansnya (meski dia ga
pernah menggelar konser di US, sih hwhwh). Yang ke dua, aku merasa lagu ini
memiliki hubungan yang kuat dengan Robbie.
6th Avenue, salah satu
jalan di New York. Kalo mikir siapa yang sering dan pernah tinggal di US ya
pasti langsung mikir Robbie walaupun dia tinggal di L.A, tapi lupakan soal
tempat, siapa tau emang mereka berdua pernah menggelar pertemuan rahasia di 6th Avenue(?)
Hubungan Gary dan Robbie pernah sangat
complicated dan semua itu bisa terselesaikan saat keduanya akhirnya bertatap
muka, empat mata, membicarakan semuanya hingga masalahnya selesai dengan jelas.
Yang aku tangkap dari lagu ini adalah mungkin lagu ini memang tentang pertemuan
itu.
Dan line ini bahkan aku artikan sebagai
perasaan Gary saat Robbie pertama kali meninggalkan Take That : “In
one conversation I saw what I always believed in. In just a few words I could
tell it would hurt to leave you without knowing when I might see you again. So
again, I depend on the unknown.”
Yeah sejujurnya kemungkinan pertama
lebih masuk akal bahwa lagu ini adalah untuk para GB Army (Gary Barlow, bukan
Great Britain, ya).
8. We
Like to Love
Walaupun lagu ini ditulis oleh Gary
tanpa campur tangan teman-temannya, tapi entah kenapa aku sering membayangkan
gimana lagu ini kalo dibawakan oleh Mark Owen, karena … sepertinya akan sangat
cocok.
Oke, lagu ini sedikit menyedihkan
karena liriknya menceritakan seseorang yang sedang berada dalam titik terendah
dan sangat membutuhkan cinta. Lagi, aku menghubungkan lagu ini dengan karir
Gary di Take That. Saat mereka bubar dulu dan karir solonya Gary kacau,
musiknya gak laris, kasarnya dia seperti “ditinggal” dan gak dicintai lagi.
Semuanya secara jelas di awal lagu:
“Standing here without you I’ve got
nothing to say
Someone ahead of me is calling out my
name
Without you I can’t stay
So glad I got this far and still my
soul hasn’t burned
Feels like I’ve run a race but haven’t
even moved
Without you it’s so cold”
Tapi pada akhirnya, dia bisa bangkit
dan kembali mendapatkan cinta itu.
9. Since
I Saw You Last
Okeeehhh! Dengan pembawaan pop yang
santuy tapi tetap membangkitkan mood, lagu ini jelas menceritakan tentang
kebangkitan Gary setelah semua kekacauan karir solonya di masa lalu, kini dia
kembali lagi dan jauh lebih sukses dari sebelumnya yang ditandai dengan
line: “Today I took back what was stolen and gave new life to what
was frozen”
Hal lain yang aku suka dari lagu ini
tentu saja line-line counter di dalamnya seperti:
“Everybody plays their part and let the
haters hate”
Dan ….
“I know you heard my shout for help.
For those who stood and watched, go fuck yourself”
10. This
House
Aku masih sering misunderstood antara
pop-country dengan pop-rock ala Gary karena keduanya bisa jadi sangat mirip 😶
Anyway lagu ini sangat penuh kehangatan. Bercerita tentang keluarga yang
mengisi sebuah rumah. Cukup yakin bahwa ini untuk Gary dan keluarga besarnya.
Yeah memang tak ada tempat seindah
rumah sendiri *sambil memandangi rumah mewah Barlow’s Family
“Peaceful, home sweet home
Stuff needs fixing but nothing's broke
Full hearts, passing time
So glad this place is yours and mine
What makes you soul warm?
What makes us be the people we've
become?
It's always the brightest light that
takes you home each night”
11. Dying
Inside
Gary mengalami banyak hal yang membuat
dia merasa berada dalam titik terendah dalam hidupnya dan lagu ini merangkum
semua rasa duka itu dalam lirik yang menceritakan ketika dia sangat sedih tapi
harus menyembunyikan itu dari publik sehingga pada akhirnya dia merasa sekarat
dari dalam.
“Want everyone around to think that I’m
alright
Hope they assume I’ve left the dark and
found the light
Want them to think that I don’t cry
myself to sleep at night
Here I'm dying inside
Who know's what I'm thinking, what I'm
trying to hide?
Here I'm dying all night
I'm breathing, but I can't feel life
I'm smiling, but I'm dying inside”
Meskipun sebelumnya Gary mengatakan
bahwa dia gak mau punya album yang membawa vibe sedih, dia mengakui bahwa lagu
ini adalah lagu tersedih yang pernah dia tulis.
12 More
Than Life
Sebuah lagu cinta yang cukup aku yakini
bahwa ini untuk Dawn. Menceritakan perjalanan cinta sepasang kekasih dari mulai
menikah sampai menjalani kehidupan dalam suka dan duka.
“This love’s got stronger with time and
this love’s reciprocal
We’ve had it all and have it all to
find
I love you more than life
And what we are is written in these
lines”
Ladies and gentlemen, mari kita
bersorak untuk Dawn yang selalu setia di sisi Gary bahkan di masa-masa
tersulitnya dan gak pernah meninggalkan dia 😭😭💓💓
*lanjut nangis dalam kesendirian
13. Mr.
Everything
Lagu menyedihkan yang menceritakan
tentang perceraian sepasang suami istri tapi dibawakan dengan irama pop yang
agak catchy dan fun. Lagu ini termasuk salah satu
lagu favoritku selain karena pembawaannya yang asik, lagu ini juga ditulis
bersama Robbie (yee emang ga jauh-jauh dari RW dah hwhwhw).
Aku suka banget sama setiap line di
mana Gary dan Robbie menggambarkan seperti apa sosok suami yang sempurna dan
cocok disebut sebagai Mr. Everything yang bisa membuat wanita manapun ninggalin
suaminya awkokaowk.
Tapi maap, bagian akhirnya paling bikin
aku selalu gak bisa menyelesaikan lagu karena ketawa duluan:
“Is he Mr Exceptional, Mr Professional
Never in doubt, through and through
heterosexual
Love’s never fast and he always comes
last
He’s the best seller a relationship
enthusiast”
Like … oke, harus banget yak, Daddy? 😂😂
14Actress
Lagu ini menceritakan tentang kehidupan
seorang aktris yang menjalani kehidupan yang seringkali penuh kebohongan dan
dia berusaha menemukan dirinya sendiri. Memang sudah menjadi rahasia umum, sih,
bahwa kehidupan aktris dan public figure seperti itu. Di depan kelihatan
bahagia dan menjalankan kehidupan yang sempurna padahal di belakang layar ….
“She’s an actress tryna’ learn the art
Actress searching for a part
Still trying to figure out who she is
All lies, bad breaks and broken minds”
Semoga Gary kita tidak seperti itu ya,
gais (kalopun dulu gitu, yaudah mau gimana lagi).
15The
Song I’ll Never Write
Lagu penutup ini sebenernya musiknya
ceria banget tapi menceritakan tentang masa di mana Gary beristirahat sejenak
dari menulis terutama tentang sebuah lagu yang gak akan pernah ditulis Gary
karena lagu itu akan terdengar sangat menyedihkan bahkan seolah Gary bisa
mendengar air matanya.
Tapi tentu, sebelumnya kita udah
membahas lagu paling menyedihkan dalam album ini yang bahkan Gary sendiri
mengakui bahwa itu adalah lagu paling menyedihkan yang pernah ditulisnya: Dying
Inside.
“It’s the song that I could never write
It means too much I’d never try
Nothin’ to add I’d only take away
It’s the song I’m not prepared to share
or hear it's message on the air
The words would be too personal to say
So I’ll just take the day off today”
Well, berdasarkan lirik dalam lagu ini,
Gary masih menyimpan kesedihan yang lebih dalam tetapi dia memutuskan untuk gak
menuangkan itu dalam lagu karena dia merasa gak sanggup dan gak akan ada
kata-kata yang benar-benar pas, jadi daripada menulis, dia justru menjauh dari
aktivitas itu dan menyimpan perasaan serta masalah yang dirasa terlalu pribadi
itu untuk dirinya sendiri.
Stay strong, Captain. We’re with you!
:’)
Baiklah,
sudah kelima belas lagu di album ini dikupas. Sebuah penanda atas perayaan
kesuksesan tetapi ada pula perayaan atas kedukaan di dalamnya. Secara pribadi
album ini sangat menampar aku akan kenyataan bahwa sefantastik apapun kehidupan
superstar seperti Gary Barlow, dia tetap menghadapi kehilangan dalam hidupnya
yang aku bahkan gak bisa bayangkan jika ada di posisinya. Namun selain itu
pelajaran paling penting yang bisa diambil adalah: harus tetap berusaha bangkit
dan jangan terus tenggelam dalam kegelapan!
Terima
kasih sudah membaca!
Handdwi
💗💗


Komentar
Posting Komentar